Oleh: Julia Hartati, dr., M.Kes
SAAT ini kondisi kesehatan masyarakat di pesantren tradisional khususnya, masih memerlukan bantuan dalam meningkatkan derajat kesehatannya. Tidak jarang di pesantren tradisional banyak santri yang terbiasa dengan penyakit kulit yang utama berkembang di pesantren yang dikenal dengan infeksi parasit Sarcoptes scabiei yang dikenal dengan penyakit Skabies atau Budug dalam istilah umumnya di daerah Jawa Barat.
Sudah banyak dilakukan upaya untuk membantu meningkatkan derajat dan kualitas kesehatan masyarakat di pesantren, melalui penyuluhan, pelatihan dan pendampingan pola hidup bersih dan sehat kepada para santri di Pesantren. Namun hasil dari upaya tersebut masih memerlukan inovasi lain yang lebih kreatif dan sifatnya berkelanjutan. Tidak cukup hanya sekadar kegiatan insidental.
Orangtua Santri
Terjadinya suatu penyakit merupakan multifaktorial yang memengaruhinya, tidak hanya faktor diri dan paparan kuman penyebab infeksi kulit tersebut, namun paparan lingkungan yang kondusif diperlukan untuk membantu pengentasan masalah penyakit di pesantren. Salah satu kelompok masyarakat yang dapat diupayakan bekerjasama dalam meningkatkan upaya kesehatan masyarakat pesantren adalah peran orang tua santri. Selama ini penyuluhan demi penyuluhan dilakukan oleh tim PkM kepada para santri dan pengajar di pesantren tanpa melibatkan peran orang tua santri yang menyiapkan santri dalam berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dini sejak dari rumah, jauh sebelum santri tinggal di pesantren diperlukan agar mereka terbiasa hidup sehat dari sebelum masuk pesantren. Lingkungan rumah yang mendukung anggota keluarganya untuk menjaga kesehatan badannya akan terbawa kebiasaan baiknya ketika di luar rumah, khususnya di pesantren.
Berdasarkan latar belakang di atas, tim PKM FK Universitas Islam Bandung (Unisba) yang diketuai oleh Julia Hartati, dr., M.kes dengan anggota Dr. Deis Hikmawati, dr., SpKK., Mkes, Ismawati, dr., Mkes dan lima orang mahasiswa bekerjasama dengan pimpinan Pondok Pesantren Baitur Rohman. Pesantren yang artinya “Rumah Kasih Sayang” ini bercorak salafiah berdiri sejak tahun 1980. Saat ini diketuai oleh Ust. Opik Taufik Rohman, M.Ag. Untuk melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan pembiayaan Hibah Internal Unit penelitian dan PKM FK Unisba tim PKM tahun anggaran 2024–2025, dengan tema “Upaya Peningkatan Pengetahuan Orang Tua Santri Terhadap Tingkat Kejadian Skabies di Pesantren Baitur Rohman Kecamatan Pacet”.
Pesantren ini potensial untuk dijadikan mitra PKM dalam upaya peningkatan derajat kesehatan santri dikarenakan beberapa hal. Pertama, akses jalan dapat dilalui oleh kendaraan roda empat, hal ini memudahkan pembinaan secara intens. Kedua, antusiasme dari para pengajar dan pimpinan pesantren tinggi. Salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan para santri, mereka siap mengalokasikan SDM, waktu dan tempat untuk mengikuti kegiatan PKM. Ketiga, lahan tempat pondok pesantren masih memungkinkan dikembangkan memiliki lokasi pos kesehatan di pesantren tempat para pengajar berinteraksi dengan santri sebagai hasil sosialisasi kesehatan dan praktik menjalankan sosialisasi PHBS. Kegiatan PKM dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa dengan skema pemberdayaan kemitraan masyarakat.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Kedokteran Unisba ini diawali dengan pembukaan pada 24 Juni 2025 dengan mengadakan pertemuan perwakilan tim pengabdi dengan pimpinan pesantren dan tim pengajar sebagai bentuk sosialisasi kegiatan yang akan dilakukan dalam rangkaian PkM tersebut. Pada kegiatan pembukaan PkM tersebut dihasilkan beberapa rencana kegiatan yang akan dilakukan, yaitu pemeriksaan penjaringan santri untuk penyakit skabies yang dilakukan oleh para dokter spesialis kulit dan dosen pengampu Parasitologi yang tergabung dalam tim PkM. Dilanjutkan dengan penyuluhan kepada para santri terlebih dahulu. Setelah kegiatan tersebut dilakukan pertemuan dengan para orang tua santri untuk mengetahui sejauhmana pengetahuan orangtua santri tentang PHBS dan penyakit Skabies serta perencanaan pembuatan pos kesehatana pesantren sehingga di akhir kegiatan diharapkan santri dan orang tuanya memahami pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan sehingga derajat serta kualitas kesehatan santri dapat ditingkatkan.
Kegiatan PkM dilakukan mulai bulan Juni sampai Oktober 2025, Mudah-mudahan kerja keras dan kerjasama tim PkM dosen FK Unisba dan pihak pimpinan dan pengajar Pesantren Baitur Rohman serta orang tua santri dapat terus dijalin dan dijaga menuju peningkatan derajat kesehatan masyarakat di pesantren.**
Comments