Opini

Sering Lemas Meski Sudah Makan? Ini Penjelasan Medisnya

0
Sering Lemas Meski Sudah Makan? Ini Penjelasan Medisnya
Secara medis, lemas dikenal sebagai fatigue, yaitu kondisi ketika tubuh mengalami penurunan energi fisik maupun mental.(foto: Ai)

Sobat sehat-sehat yang berbahagia.

BANYAK  orang mengeluhkan tubuh terasa lemas, tidak bertenaga, bahkan mengantuk berat meskipun sudah makan dengan porsi cukup. Kondisi ini sering dianggap sepele dan dikaitkan dengan faktor usia atau aktivitas berlebih.

Padahal dalam dunia kedokteran, lemas setelah makan tidak selalu normal. Tubuh yang seharusnya mendapatkan energi justru terasa semakin lemah bisa menjadi tanda adanya gangguan metabolisme, darah, hormon, hingga kesehatan mental.

Memahami penyebab medis di balik keluhan ini sangat penting agar penanganannya tidak salah arah.

Apa yang Dimaksud dengan Lemas Menurut Medis?

Secara medis, lemas dikenal sebagai fatigue, yaitu kondisi ketika tubuh mengalami penurunan energi fisik maupun mental.

Fatigue berbeda dengan rasa capek biasa karena:

  • Tidak membaik meski sudah istirahat
  • Berlangsung berulang
  • Mengganggu aktivitas harian

Jika muncul terus-menerus, kondisi ini perlu dievaluasi secara medis.

Penyebab Tubuh Sering Lemas Meski Sudah Makan

Berikut beberapa penyebab yang paling sering ditemukan menurut ilmu kedokteran:

  1. Lonjakan dan Penurunan Gula Darah

Setelah makan, kadar gula darah akan meningkat. Namun pada sebagian orang, peningkatan ini diikuti penurunan drastis sehingga tubuh terasa lemas. Kondisi ini disebut reactive hypoglycemia.

Gejala yang sering muncul:

  • Badan tiba-tiba lemas
  • Mengantuk berat
  • Berkeringat dingin
  • Sulit konsentrasi

Biasanya terjadi setelah mengonsumsi makanan tinggi gula atau karbohidrat sederhana.

  1. Anemia atau Kurang Darah

Anemia menyebabkan oksigen tidak tersalurkan optimal ke seluruh tubuh.

Akibatnya:

  • Tubuh mudah lelah
  • Lemas setelah aktivitas ringan
  • Pusing
  • Wajah tampak pucat

Wanita usia subur, ibu hamil, dan penderita gangguan penyerapan zat besi termasuk kelompok berisiko tinggi.

  1. Gangguan Pencernaan dan Penyerapan Nutrisi

Makan banyak tidak selalu berarti tubuh mendapat nutrisi cukup.

Gangguan seperti:

  • Maag kronis
  • GERD
  • Radang usus
  • Intoleransi makanan

dapat menghambat penyerapan zat gizi penting seperti zat besi, vitamin B12, dan magnesium.

  1. Tekanan Darah Rendah atau Turun Setelah Makan

Pada sebagian orang, aliran darah akan lebih banyak menuju saluran cerna setelah makan.

Kondisi ini dapat menyebabkan:

  • Tekanan darah menurun
  • Kepala terasa ringan
  • Badan lemas
  • Pandangan berkunang

Kondisi ini dikenal sebagai postprandial hypotension.

  1. Gangguan Hormon Tiroid

Kelenjar tiroid mengatur metabolisme tubuh. Jika produksinya terganggu, terutama pada hipotiroid, gejala yang muncul antara lain:

  • Mudah lelah
  • Berat badan naik
  • Mudah mengantuk
  • Kulit kering
  • Sensitif dingin

Keluhan sering muncul meski pola makan sudah baik.

  1. Kurang Tidur dan Kelelahan Kronis

Tidur yang kurang atau tidak berkualitas dapat menurunkan produksi hormon energi tubuh.

Akibatnya:

  • Tubuh terasa berat
  • Sulit fokus
  • Mudah lelah setelah makan

Kurang tidur kronis juga meningkatkan risiko gangguan metabolik.

  1. Stres dan Gangguan Kesehatan Mental

Stres berkepanjangan memengaruhi hormon kortisol dan sistem saraf otonom.

Dampaknya:

  • Energi cepat habis
  • Nafsu makan berubah
  • Tubuh terasa lemas tanpa sebab jelas

Secara medis, kondisi ini disebut psychogenic fatigue.

Kapan Lemas Masih Dianggap Normal?

Lemas masih dianggap ringan jika:

  • Terjadi sesekali
  • Hilang setelah istirahat
  • Tidak disertai keluhan lain

Namun jika berlangsung lebih dari dua minggu, perlu pemeriksaan medis.

Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai

Segera periksakan diri jika lemas disertai:

  • Penurunan berat badan drastis
  • Jantung berdebar hebat
  • Sesak napas
  • Pusing berat
  • Mual terus-menerus
  • Pingsan

Kondisi ini bisa menandakan penyakit serius.

Cara Mengatasi Tubuh Lemas Secara Aman

Beberapa langkah medis yang dianjurkan:

  • Konsumsi makanan seimbang
  • Kurangi gula sederhana
  • Perbanyak protein dan serat
  • Minum air cukup
  • Tidur 7–8 jam
  • Olahraga ringan rutin
  • Kelola stres

Pemeriksaan laboratorium dianjurkan bila keluhan sering berulang.

Simpulan

Sering merasa lemas meski sudah makan bukanlah kondisi normal yang boleh diabaikan. Gangguan gula darah, anemia, hormon, hingga stres kronis dapat menjadi penyebabnya.

Jika keluhan terjadi berulang, pemeriksaan medis diperlukan untuk menemukan penyebab dan penanganan yang tepat. Demikian episod kali ini. Jika konten ini memberikan insight jangan dukung channel ini agar Anda tetap relate dengan dunia kesehatan. See You..

Disclaimer:
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter.

FK Unisba Kukuhkan 46 Dokter Baru Lewat Yudisium dan Sumpah Dokter di Trans Convention Centre

Previous article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Opini