Berita

FK Unisba Kukuhkan 46 Dokter Baru Lewat Yudisium dan Sumpah Dokter di Trans Convention Centre

0
FK Unisba Kukuhkan 46 Dokter Baru Lewat Yudisium dan Sumpah Dokter di Trans Convention Centre
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba) kembali melahirkan dokter-dokter baru melalui prosesi Yudisium dan Pengambilan Sumpah Dokter Gelombang 2 Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan Kamis (22/1), bertempat di Trans Convention Centre, Jalan Gatot Subroto Nomor 289, Bandung.(foto: komhumas unisba)

SEHAT-SEHAT.COM – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba) kembali mencetak tenaga medis baru melalui Yudisium dan Pengambilan Sumpah Dokter Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar pada Kamis (22/1) di Trans Convention Centre (TCC), Jalan Gatot Subroto No. 289, Kota Bandung.

Prosesi berlangsung dengan penuh khidmat dan nuansa sakral, menjadi tonggak awal dimulainya tanggung jawab profesional para lulusan dalam menjalankan pengabdian di bidang kesehatan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Badan Pengawas Yayasan Unisba Elly Halimatusadiah, S.E., Ak., M.Si., Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl beserta jajaran, Rektor Unisba Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., serta jajaran wakil rektor.

Turut hadir Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dr. Asnita Frida B.R. Sebayang, S.E., M.Si., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Sumber Daya Umum dan Keuangan Dr. Helmi Aziz, S.Pd.I., M.Pd.I., pimpinan Fakultas Kedokteran Unisba, perwakilan rumah sakit pendidikan dan jejaring, tamu undangan, serta keluarga dokter baru.

Dalam laporan akademik yudisium, Ketua Program Studi Pendidikan Dokter sekaligus Ketua Tahap Profesi FK Unisba, dr. Budiman, M.K.M., menyampaikan bahwa pada kesempatan tersebut sebanyak 46 mahasiswa dinyatakan lulus sebagai dokter.

Para lulusan berasal dari angkatan 19 hingga 23, terdiri atas 18 dokter laki-laki dan 28 dokter perempuan.

“Seluruh peserta telah menempuh pendidikan profesi dokter selama kurang lebih dua tahun, dimulai dari placement test dan MMPI, pembinaan karakter dokter muslim, pra-kepaniteraan, rotasi stase klinik, hingga tahap pascarotasi,” jelas Budiman.

Ia menambahkan, mahasiswa menjalani praktik klinik pada 16 bagian klinik, dengan rumah sakit pendidikan utama RS Welas Asih, serta delapan rumah sakit jejaring, yaitu:

  • RS Al-Islam Bandung

  • RS Cibabat

  • RS Muhammadiyah Bandung

  • RSUD Majalaya

  • RSUD Garut

  • RSAU dr. M. Salamun

  • RS Sartika Asih

  • RSJ Cisarua

Selain itu, kegiatan praktik juga dilakukan di sejumlah puskesmas wilayah Kabupaten Bandung.

“Seluruh peserta yudisium telah dinyatakan lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD),” tambahnya.

Sejak tahun 2010 hingga saat ini, FK Unisba telah meluluskan sebanyak 1.969 dokter yang mengabdi di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl menegaskan bahwa sumpah dokter memiliki makna spiritual yang mendalam dalam ajaran Islam.

“Sumpah bukan sekadar janji biasa karena menyebut nama Allah SWT. Oleh sebab itu, sumpah dokter bukan hanya rangkaian seremoni fakultas, melainkan perjanjian suci yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor Unisba Prof. Ir. A. Harits Nu’man menekankan bahwa sumpah dokter menandai awal dari tanggung jawab besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan Allah SWT.

“Gelar dokter bukan hanya simbol akademik, melainkan amanah moral, profesional, dan spiritual. Ilmu kedokteran berhubungan langsung dengan kehidupan manusia, maka jadikan profesi ini sebagai jalan pengabdian, bukan sekadar mata pencaharian,” ujarnya.

Ia juga menegaskan identitas lulusan FK Unisba sebagai dokter yang unggul dalam kompetensi sekaligus kuat dalam akhlak dan nilai keislaman.

“Lulusan FK Unisba harus tampil sebagai dokter yang humanis, berintegritas, berempati, serta mampu menjaga nama baik almamater di mana pun bertugas,” tambahnya.

Dekan: Sumpah Dokter Melekat Sepanjang Karier

Dekan FK Unisba Dr. Santun Bhekti Rahimah, dr., M.Kes., M.M., menyampaikan bahwa sumpah dokter merupakan ikrar etika, moral, dan spiritual yang melekat sepanjang perjalanan profesi.

“Sumpah dokter bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi merupakan komitmen kemanusiaan dan amanah ilahiah. Di FK Unisba, profesi dokter kami maknai sebagai jalan pengabdian dan ibadah,” tuturnya.

Ia berharap para dokter baru mampu menjadi pribadi yang adaptif, berintegritas tinggi, serta menjunjung nilai Islam dalam praktik kedokteran.

Mewakili para lulusan, Chirgo Rahmat Basdiwo mengungkapkan rasa syukur dan komitmen atas sumpah yang telah diikrarkan.

“Sumpah dokter adalah janji suci yang akan kami pegang seumur hidup. Kami berkomitmen menjaga etika kedokteran dan mengutamakan keselamatan pasien. Semoga momentum ini menjadi awal pengabdian kami sebagai dokter yang profesional, rendah hati, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Prosesi yudisium dan sumpah dokter ini menjadi simbol kesiapan lulusan FK Unisba untuk mengabdi sebagai dokter muslim yang profesional, berakhlak mulia, dan berorientasi pada pelayanan kemanusiaan.

Dengan bekal keilmuan, etika profesi, serta nilai-nilai keislaman, para dokter baru diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mewujudkan kemaslahatan umat (askur/png)

Waspada Jika Kepala Sering Pusing Padahal Tensinya Normal

Previous article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Berita