Sehat-Sehat.com— Universitas Islam Bandung (Unisba) membentuk Tim Gugus Tugas Tanggap Bencana sebagai langkah cepat menyikapi bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Inisiatif ini menjadi bentuk nyata komitmen Unisba sebagai kampus berdampak yang hadir langsung memberikan bantuan bagi masyarakat terdampak.
Sejak Senin, 26 Januari, Unisba telah menurunkan lima personel Mahasiswa Pecinta Alam (Mapenta) ke lokasi kejadian. Dua mahasiswa terlibat langsung dalam proses evakuasi korban, sementara tiga lainnya membantu kegiatan dapur umum di posko pengungsian.
Pada tahap berikutnya, Rabu (28/1), Unisba kembali mengirimkan 10 mahasiswa Fakultas Psikologi untuk memberikan pendampingan psikologis awal atau psychological first aid kepada warga yang terdampak longsor.
Ketua Tim Gugus Tugas Tanggap Darurat Unisba yang juga Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Dr. Asnita Frida B. R. Sebayang, S.E., M.Si., menegaskan bahwa kehadiran Unisba di tengah masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perguruan tinggi.
“Unisba harus siap ketika masyarakat membutuhkan. Saya berharap seluruh tim bekerja kompak dan fokus dalam penanganan bencana. Ini kemungkinan menjadi kerja jangka panjang. InshaAllah, inilah wujud kampus berdampak—hadir bukan hanya saat bencana terjadi, tetapi juga pada fase pascabencana hingga pemulihan masyarakat,” ujarnya.
Dalam menjalankan tugas kemanusiaan tersebut, Unisba juga menjalin koordinasi dengan berbagai pihak di lapangan, termasuk Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat serta pemangku kepentingan lainnya, agar bantuan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan riil para korban.
“Tim Mapenta telah melakukan asesmen awal dan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder yang lebih dulu berada di lokasi. Selanjutnya, kami menyesuaikan bentuk kontribusi Unisba, mulai dari pendampingan psikologis, aspek kesehatan dan sosial, hingga pemulihan ekonomi warga, mengingat banyak kebun masyarakat yang turut terdampak longsor,” tambah Asnita.
Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas, Unisba menetapkan mekanisme penyaluran bantuan satu pintu.
“Seluruh sivitas akademika, termasuk alumni dan organisasi di lingkungan Unisba, menyalurkan bantuan melalui Unisba agar pertanggungjawabannya jelas dan terkoordinasi,” jelasnya.
Adapun bantuan yang telah diberikan Unisba meliputi: Tenaga relawan, lapangan, Pendampingan psikologis, dan Bantuan logistik sesuai kebutuhan lokasi, antara lain: bahan pangan terdata, susu UHT, pakaian perempuan, perlengkapan lansia, dan kebutuhan ibu menyusui
Mengakhiri keterangannya, Ketua Tim Gugus Tugas Unisba menyampaikan pesan penguatan kepada warga terdampak bencana.
“Pesannya tetap sabar dan ikhlas. Kita akan saling membantu agar masyarakat dapat pulih kembali,” tuturnya.
Melalui pembentukan Gugus Tugas Tanggap Bencana ini, Unisba menegaskan peran strategisnya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menjalankan tridarma pendidikan, tetapi juga hadir secara nyata dalam aksi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Sebagai bentuk kepedulian lanjutan, Unisba juga membuka penggalangan dana bantuan bagi masyarakat terdampak longsor di Kabupaten Bandung Barat. Program donasi ini terbuka bagi sivitas akademika Unisba maupun masyarakat umum, mengingat kebutuhan di lapangan masih cukup besar.
Penggalangan dana dibuka hingga 30 Januari 2026 dan dapat disalurkan melalui:
Bank Syariah Indonesia (BSI)
Nomor Rekening: 9255294200
a.n. Universitas Islam Bandung
(Tambahkan kode angka 10 pada dua digit terakhir transfer donasi. (askur/png)













Comments