Opini

Waspada Jika Kepala Sering Pusing Padahal Tensinya Normal

0
Foto: Ilustrasi dibuat pakai AI

KINI banyak  orang mengeluhkan kepala sering terasa pusing, namun saat diperiksa tekanan darahnya justru normal. Kondisi ini sering menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran, terutama bagi mereka yang mengira pusing selalu berkaitan dengan darah tinggi. Mereka mereka mengira tensi darahnya lagi tinggi.

Nah, inilah yang perlu Anda ketahui. Dalam dunia kedokteran, pusing bukan hanya disebabkan oleh tekanan darah. Ada berbagai faktor lain yang memengaruhi kerja otak, aliran darah, sistem saraf, hingga keseimbangan tubuh.

Intinya, memahami penyebab pusing sangat penting agar penanganannya tepat dan tidak sekadar mengonsumsi obat pereda nyeri yang biasa kita beli di warung.

Apa yang Dimaksud dengan Pusing Menurut Medis?

Secara medis, pusing bukanlah satu kondisi tunggal. Dokter membaginya menjadi beberapa jenis, yaitu

  • Vertigo: sensasi berputar seperti lingkungan bergerak
  • Lightheadedness: rasa melayang atau hampir pingsan
  • Tension headache: kepala terasa berat atau tertekan
  • Migrain: nyeri berdenyut disertai mual dan sensitif cahaya

Itulah empat jenis pusing yang hampir tidak setiap orang mengalami semua. Mungkin diantara Anda hanya mengalami satu saja. Mengalami satu dan dua serta seterusnya. Setiap jenis pusing memiliki penyebab dan penanganan yang berbeda.

Penyebab Kepala Sering Pusing Meski Tensinya Normal

Berikut beberapa penyebab yang paling sering ditemukan secara medis:

  1. Kurang Tidur dan Kelelahan

Kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon dan aliran darah ke otak. Akibatnya muncul keluhan, seperti kepala terasa berat, sulit fokus, mata tegang, dan mudah mengantuk.

Kurang tidur kronis juga meningkatkan hormon stres kortisol yang dapat memicu sakit kepala berulang.

  1. Dehidrasi Ringan

Kekurangan cairan sering tidak disadari, padahal dehidrasi ringan saja dapat menyebabkan pusing. Saat tubuh kekurangan cairan, yang terjadi adalah volume darah menurun, aliran oksigen ke otak berkurang, dan tekanan di kepala berubah.

Biasanya pusing muncul saat berdiri tiba-tiba atau setelah aktivitas fisik.

  1. Gula Darah Tidak Stabil

Baik gula darah rendah maupun tinggi dapat memicu pusing. Nah, gejalanya meliputi Lemas mendadak, berkeringat dingin, jantung berdebar, dan pandangan berkunang-kunang.

Kondisi ini sering terjadi akibat telat makan, diet ekstrem, atau diabetes yang belum terdiagnosis.

  1. Anemia atau Kurang Darah

Anemia menyebabkan suplai oksigen ke otak berkurang. Gejala khasnya antara lain pusing saat berdiri,  wajah pucat, mudah lelah, dan napas terasa pendek.

Wanita usia subur menjadi kelompok paling sering mengalami anemia.

  1. Stres dan Gangguan Psikologis

Stres berkepanjangan dapat menyebabkan tension headache. Apa saja ciri umumnya? Ciri-cirinya nyeri seperti diikat, leher dan bahu kaku, dan pusing muncul sore atau malam hari.

Secara medis, kondisi ini berhubungan dengan ketegangan otot dan perubahan zat kimia otak.

  1. Gangguan Telinga Bagian Dalam

Telinga berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh. Gangguan pada telinga seperti vertigo, BPPV, dan infeksi telinga dalam dapat menyebabkan pusing berputar hebat meskipun tekanan darah normal.

  1. Masalah Leher dan Postur Tubuh

Terlalu lama menunduk, salah posisi duduk, atau gangguan saraf leher dapat menghambat aliran darah ke otak. Kondisi ini dikenal sebagai cervicogenic dizziness.

Kapan Pusing Masih Dianggap Ringan?

Pusing umumnya masih tergolong ringan bila tidak berlangsung lama, tidak disertai muntah hebat, tidak menyebabkan pingsan, dan hilang setelah istirahat. Namun tetap perlu diwaspadai bila sering kambuh.

Tanda Bahaya yang Harus Segera ke Dokter

Namun ada beberapa hal yang harus Anda segera periksakan diri jika pusing disertai wajah mencong, bicara pelo, lemah satu sisi tubuh, nyeri kepala hebat mendadak, pandangan ganda, dan kehilangan kesadaran. Gejala tersebut dapat mengarah ke stroke atau gangguan saraf serius.

Cara Mengurangi Pusing Secara Aman

Jika Anda mengalami pusinb, ada beberapa langkah medis yang dianjurkan:

  • Tidur 7–8 jam per hari
  • Minum air minimal 2 liter
  • Makan teratur
  • Batasi kafein
  • Lakukan peregangan leher
  • Kelola stres

Penggunaan obat sebaiknya berdasarkan anjuran tenaga medis.

Simpulan

Kepala sering pusing meski tekanan darah normal bukan kondisi sepele. Banyak faktor lain yang memengaruhi kerja otak dan sistem saraf tubuh. Jika keluhan sering muncul atau semakin berat, pemeriksaan medis sangat dianjurkan untuk mengetahui penyebab pastinya.

Disclaimer:
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. (vita/berbagai sumber)

10 Kebiasaan Kecil yang Membuat Hidup Anda Lebih Sehat

Previous article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Opini